Selamat Hari Raya IdulFitri 1441 H

Kami segenap keluarga besar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan mengucapkan

Taqaballahu Minna Wa Minkum

Barakallahu Fikum

Minal Aidzin Wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin

semoga segala amalan alaman selama bulan ramadhan dapat berlanjut hingga bulan-bulan berikutnya hingga dapat dipertemukan kembali di bulan ramadhan berikutnya

E-Buffar BEM Fakultas Farmasi 2019

Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillah tak terasa Kabinet Tinta Bakti sudah diujung periode, untuk kembali melihat apa yang sudah kita lakukan selama satu periode ini , Departemen Media Publikasi mempersembahkan E-Bufar ( Elektronik Buletin Farmasi ) sebagai pelengkap akhir dari perjalanan Kabinet Tinta Bakti

Berikut link untuk mengakses E-Bufar
.

.
Selamat membaca, dan mengenal Kabinet Tinta Bakti, Terima kasih kami haturkan kepada seluruh civitas akademika atas kerja sama dan bantuanya selama 1 periode ini. Kami memohon maaf apabila dalam 1 periode ini kami banyak melakukan kekeliruan. Semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain 🙏
.
.
Tentunya kami harapkan E-Bufar ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman semua. E-Bufar ini juga jauh dari kata sempurna, maka saran dan kritik kami perlukan untuk memperbaiki E-Bufar selanjutnya
Hub : +08174930244 ( Yossy)

Terimakasih 🙏
Wassalamualaikum Wr. Wb

#KabinetTintaBakti
#SerentakBerdedikasi
#TINTABAKTIMOHONPAMIT EBUFAR 2019

POST GENCAR 3

Assalamualaikum Wr. Wb.
[Post Gencar 3]

UKAI adalah penerapan sistem uji kompetensi secara nasional pada tahap akhir pendidikan apoteker untuk mengukur pencapaian kompetensi calon lulusan apoteker ranah pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), serta sikap dan perilaku (afektif).
Sedangkan OSCE adalah suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan terstruktur dalam bentuk putaran station dengan waktu tertentu.
UKAI dan OSCE penting mengingat peran dari farmasis dalam masyarakat. Dan di harapkan melalui 2 ujian tersebut apoteker yang sudah lulus telah menguasai dan memang berkompeten pada bidang farmasi.

Pada pelaksanaannya pun tidak terlepas dari berbagai masalah yang menghampiri. Landasan pelaksanaan, dan juga sistematika dalam pelaksanaannya menjadi beberapa hal yang di permasalahkan.

Semua hal tersebut bisa terselesaikan dengan kesadaran oleh semua pihak sehingga menimbulkan kebermanfaatan untuk semua orang.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Dept. Kastrat
BEMF-Far UAD 2019

#DeptKastrat
#BEMFFarUAD2019
#KabinetTintaBakti
#SerentakBerdedikasi

PRAGENCAR JILID 3 “UKAI & OSCE “

[PRA GENCAR]

Departemen Kajian Aksi Strategis

 

UKAI adalah ujian apoteker berstandar nasional untuk penyetaraan kemampuan apoteker se-Indonesia. Pada tahap ini para calon apoteker diwajibkan untuk lulus UKAI sebelum disumpah menjadi apoteker.

OSCE atau Objective Structured Clinical Examination sendiri lebih dikenal sebagai suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan terstruktur dalam bentuk putaran station dalam waktu tertentu, biasanya tiap station menggunakan waktu 5 hingga 15 menit. Dikatakan obyektif karena semua mahasiswa diuji dengan ujian yang sama. Terstruktur karena yang diuji keterampilan klinik tertentu dengan menggunakan lembar penilaian tertentu.

Berbeda dengan OSCE pada mahasiswa kedokteran yang hanya fokus pada bidang klinik, tentunya kita farmasi tidak bisa hanya berfokus pada satu bidang klinik karena kompetensi keprofesian Apoteker sangat luas dan tidak hanya bekerja di unit pelayanan namun juga berkerja di unit industri dan distribusi. Sehingga pada ujian OSCE untuk profesi Apoteker akan mencakup semua bidang yaitu klinik, industri dan distribusi.

Tujuannya adalah untuk menilai kompetensi dan keterampilan klinis mahasiswa secara obyektif dan terstruktur.

Adapun Terkait beberapa permasalahan dalam OSCE dan Ukai , sebagai berikut :

Isu Internal

  1. UKAI dan OSCE

– transparansi biaya UKAI TO 600k, UKAI 600k

– transparansi biaya OSCE 1 juta

– Desak lahirkan produk hukum Permendikbud dan UU Pendidikan Kefarmasian sehingga negara subsidi biaya diatas karena kalo dilaporkan ke ombudsman itu pungli ga ada produk hukum

– Evaluasi UKAI dan OSCE utk pendidikan berkualitas

 

  1. Kesejahteraan Farmasis/Apoteker

– biaya pendidikan mahal tapi kesejahteraan apoteker minim lulus langsung UMR dst

 

Isu Eksternal

  1. RUU Praktek Kefarmasian
  2. Peran Apoteker di era JKN
  3. E- Farmasi khususnya Peran Apoteker harus kuat di platform digital (ini peluang). Jangan sampai platform e commerce sprti halodoc , alodokter jual antibiotik apoteker ga ada peran nya skrg digantikan gojek

Lalu yang jadi permasalahannya adalah tidak adanya pedoman pelaksanaan sehingga OSCE UKAI hanya bersifat instruksional.

Selain itu , Bagaimana untuk transparansi dari biaya pembayaran OSCE UKAI ? Apakah ada yang harus dibenahi  ? Sebenarnya , adakah ORGANISASI yang memiliki otoritas dalam menyelanggarakannya ?

 

#DeptKastrat

#BEMFFarUAD2019/2020

#KabinetTintaBakti

#SerentakBerdedikasi

E-Farmasi

E-Farmasi adalah media dalam memperoleh berbagai sediaan farmasi yang menggunakan internet sebagai media penjualannya. Pada era pelayanan e-farmasi nantinya, apoteker harus memastikan informasi obat yang disampaikan sudah diterima dan dimengerti oleh pasien serta
pengantaran obat harus dalam keadaan tertutup dan menjamin kerahasiaan pasien. Ada berbagai macam pro dan kontra dalam menanggapi hal ini. Hal yang paling utama difikirkan adalah dampaknya bagi masyarakat dan juga apoteker itu sendiri, serta bagi oknum yang terlibat pada penjualannya.

Adapun penyelenggara e-farmasi yaitu apotek yang memiliki izin. Penyelenggara adalah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) E-farmasi. Dalam melaksanakan E-Farmasi dapat melalui PSE E-Farmasi harus memiliki izin dari Menteri Kesehatan dan PSE harus terdaftar pada Kominfo.

RESEP
• Resep yang dapat dilayani adalah Resep elektronik dan Resep non elektronik yang dapat diverifikasi
• Resep yang tidak dapat dilayani adalah resep yang tidak biasa diverifikasi dokter penulis resepnya dan menunjukkan indikasi potensi adanya penyalahgunaan obat
• Resep harus disimpan setidaknya 5 tahun untuk menjaga kerahasiaan data pasien dan penelusuran riwayatpengobatan

INFORMASI OBAT
• Pemberian informasi Obat dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di Apotek
• Informasi obat dapat disampaikan secara tertulis dengan disertai dengan tanda tangan Apoteker, atau dengan video call, telpon, atau alat elektronik lain yang dapat dipastikan integritasnya.

PRODUK
• Sedian Farmasi: Obat, obattradisional, suplemen kesehatan, kosmetik
• Obat termasuk obat bebas dan obat keras dengan resep dokter.
• PKRT dan Alat Kesehatan yang diperbolehkan di apotek

JASA ANTARAN
• Pengantaran dapat dilakukan oleh jasa pengantaran yang merupakan bagian dari apotek maupun pihak ketiga penyedia jasa antaran yang memiliki perjanjian kerjasama dengan apotek dan PSE e-Farmasi

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
• Pembinaan dan pengawasan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/ Kota.
• Kementerian Kesehatan memiliki sistem yang memungkinkan pemantauan terhadap Apotek yang tergabung dalam e-farmasi
• Terkait pengawasan sediaan farmasi dilakukan oleh Badan POM.
Sampai saat ini , ada beberapa kasus yang timbul dari adanya E Farmasi. Tetapi ada manfaat pula yang. Karena Hal tersebut E-Farmasi sendiri sebetulnya membutuhkan RUU yang  mengatur pelaksanaannya supaya lebih tersistematis. Selain itu dampak yang dihasilkan pun
dapat bermanfaat bagi apoteker dan konsumen.
Perkembangan Zaman , faktor terbesar mendapatkan sesuatu menjadi lebih mudah. Ada sediaan kefarmasian yang tidak dijual untu khallayak umum dapat dibeli dengan mudah. Tetapi, kita tidak dapat membendung perkembangan zaman. Hal tersebut dapat menjadi tantangan atau
peluang bagi farmasis ,tergantung bagaimana cara kita menyikapinya hingga dapat bermanfaat .

Penutup :

Apakah dengan adanya E-Farmasi dapat bermanfaat bagi konsumendan farmasis? Dan apakah dampak dari E-Farmasi dapat menimbulkan hal positif bagi keduanya? Dan adakah solusi dari berbagai macam hambatan tentang E-Farmasi?Semuanya akandikaji secara tajam dalam MATA KASTRAT #2 “E-Farmasi”

Tunjukkan pendapat dan solusimu sebagai mahasiswa farmasi yang baik dan ciptakan perubahan demi masa depan dunia farmasi Indonesia yang lebih baik.
-Dept. Kajian dan Aksi Strategis BEM Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan 2019-