Virus Berbahaya dalam PARACETAMOL? VALID or HOAX?

Virus Berbahaya dalam PARACETAMOL? VALID or HOAX?

KABARKAN !

Virus Berbahaya dalam PARACETAMOL?

VALID or HOAX?

Beberapa waktu lalu sempat tersebar isu yang memviralkan dunia maya, yang tentu meresahkan masyarakat, tentang paracetamol yang mengandung “Machupo” virus. Diketahui Machupo virus adalah salah satu virus yang cepat penyebarannya salah satunya dengan cara penularan melalui udara. Isu yang memviralkan tersebut telah diklarifikasi oleh BPOM bahwa isu tersebut adalah HOAX.

Isu tersebut sebetulnya telah diklarifikasi BPOM pada tanggal 8 Februari 2017, tetapi dengan banyaknya masyarakat yang tetap menyebarkan tanpa mencari terlebih dahulu kebenarannya, sampai saat ini isu tersebut tetap tersebar.

Klarifikasi Badan POM terkait beredarnya isu produk obat paracetamol yang mengandung virus berbahaya

Beredarnya isu yang berbunyi:

“PERINGATAN:Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka”.

ISU tersebut adalah HOAX.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation) dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).

Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.

Bagaimana cara cek dan ricek isu valid atau HOAX ? mudah saja, cari sumber yang terpercaya seperti website resmi dari Badan POM : https://www.pom.go.id atau dapat menghubungi contact Center HALO BPOM nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email :  halobpom@pom.go.id, twitter @bpom_ri, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

         Jadilah masyarakat yang bijak dan tanggap akan adanya isu yang belum pasti kebenarannya. Cek dan ricek sebelum menyebarkan isu yang sedang hangat disebarluaskan.

        Salam Indonesia Sehat dan Indonesia berkemajuan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

bemfarmasi administrator

Leave a Reply